Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar dan melihat profesi pustakawan, tentu orang-orang yang kaku, jelek, jutek, dan berpenampilan sangat-sangat kuno, he…he…he… lihat aja iklan-iklan di televisi yang banyak memperlihatkan profesi pustakawan, dimana memperlihatkan orang-orang yang berkacamata dan mengatakan sstttt…. Ini ternyata tidak hanya di Indonesia loh tetapi juga di negara-negara maju. Apa yang salah yah dengan persepsi orang mengenai Pustakawan ????
Menurut artikel yang terdapat di http://kuliahkomunikasi.com, persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Dengan kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan kita menjadi pengalaman yang bermakna.
Dari artikel tersebut menggambarkan bahwa persepsi seseorang terhadap orang lain memang dibangun dari hubungan atau pengalaman, jadi kemungkinan cap pustakawan sebagai orang yang kaku, jutek, dll memang berasal dari pengalaman banyak orang ketika berhubungan dengan pustakawan, dan itu sudah tertanam puluhan tahun yang lalu dan sulit untuk diubah.
Lalu bagaimanakah mengubah persepsi seseorang terhadap profesi pustakawan, haruslah dimulai dari diri kita sendiri sebagai pustakawan, dimulai dari kita harus memulai mencintai pekerjaan kita, lalu kita harus membenahi perilaku/behaviour kita terhadap orang lain, merubah penampilan, dan terakhir merubah pelayanan kita menjadi pelayanan prima.
Perpustakaan Universitas Indonesia menyadari perlunya pustakawan merubah dirinya, maka pada tanggal 2-3 Desember 2010, bekerjasama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi mengadakan seminar bertajuk "Service Excellence in Library : Performance Aspects for Librarians". Materi yang disampaikan dalam seminar tersebut sangat menarik, hasil dari seminar tersebut diharapkan pustakawan mengetahui dan memahami tentang Layanan Prima yang akan dilakukan terhadap Pemustaka; dapat menggunakan keterampilan berkomunikasi verbal maupun non-verbal kepada
Pemustaka agar komunikasi terbina dengan baik; serta Mengetahui dan menerapkan cara berpenampilan yang tepat untuk profesi Pustakawan.
Pemustaka agar komunikasi terbina dengan baik; serta Mengetahui dan menerapkan cara berpenampilan yang tepat untuk profesi Pustakawan.
Dari workshop ini, yang sangat terkesan ialah mengenai Bapak Harry Darsono yang menyampaikan mengenai etiket dan tata cara berpakaian dan juga dari Oriflame Ibu Stela yang menyampaikan mengenai Bisnis di Oriflame dan make-up demo, itu si Ibu yang jadi model aja menjadi luar biasa setelah didandaniin. Pokoknya berubah 90 derajat. Pulang dari workshop jadi punya keinginan untuk memperbaiki penampilan diri baik sikap yang kata orang gue tuh "Jutek" banget, maupun wajah gue yang malas banget pakai bedak apalagi dandan.
Setelah beberapa bulan ikutan nih workshop, eh tiba-tiba ketemu sama Oriflame ini, setelah baca blog Ibu Meuthia Rizki dan Ibu Ilnayuti. Mupeng banget ngelihat nih Ibu berdua sudah penampilannya Oke banget tetapi punya duit banyak dari usaha sendiri. Langsung deh gabung ke Oriflame melalui teman yang sudah duluan ikutan Oriflame. Soalnya pengen banget mengubah penampilan, tetapi sambil cari duit. Sooo, bagi kalian para pustakawan seluruh Indonesia mulailah memperbaiki penampilan kita tetapi sambil bisa cari duit melalui Oriflame Boss Family.
Caranya:
- Join Oriflame Boss Family dengan klik http://www.bossluarbiasa.com/?id=tantina
- Ikuti Kelas BossFamily/Oriflame ada kelas Beauty Demo di Sudirman atau Business Oppurtunity Program (BOP) yang diadakan oleh Boss Family daerah masing-masing
- Baca dan Ikuti kiat sukses para Bosses yang sudah berhasil
DIJAMIN:
- Penamplan Tambah Oke
- Pengembangan Diri
- Punya Duit Banyak (Nggak kere terus)
- Tambah Teman
- Tambah Pengalaman Wirausaha
Jadi … dengan hanya membayar 39.900 dan isi data kalian di http://www.bossluarbiasa.com/?id=tantina maka investasi kalian tidak akan sia-sia.
Jadi tambah semangat nih setelah nulis ini ….. Semoga yang aku jalaniin ini ada hasilnya …. Bismillah ….