My Simple Life Stories

Selasa, 07 Juni 2011

Pertemanan di kantor, banyakan positif atau negatifnya kah…………?

Terinspirasi dari situasi kantorku yang lagi kacau suracau, jadi pengen membahas mengenai pertemanan di kantor. Ide cerita ini juga bersumber dari tulisan di blog http://lampung-lala.blogspot.com/2009/05/berteman-dengan-rekan-kerja-aset-atau.html

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia di dunia memerlukan teman, baik yang berbentuk pasangan hidup kita (suami/istri), anak-anak kita, orang tua kita maupun lingkungan sosial kita. Semua pertemanan membutuhkan pengorbanan baik waktu, fisik bahkan kadang-kadang juga uang loh. Pertemanan membuat hidup kita lebih bermakna dan berarti, kita jadi tidak merasa sendiri di bumi ini ;), lebayyy….

Pada lingkungan kerja, pertemanan dapat memberikan pengaruh yang positif, suasana pekerjaan jadi menyenangkan, menimbulkan sikap saling bantu dan bekerja sama, adanya ide-ide dan kreatifitas dalam bekerja, dan seringkali gairah bekerja akan meningkat ketika kita memiliki teman curhat yang asyik. Kantor jadi terasa bagai rumah kedua. Kita juga jadi asyik menceritakan seputar pekerjaan kita pada teman/geng kantor kita dan seringkali lupa jadi menceritakan tentang atasan atau teman kantor yang tidak kita sukai, jika teman/geng kantor kita dapat dipercaya tentu tidak menjadi masalah tetapi seringkali karena keadaan terkadang mereka menceritakan kembali kepada orang lain sehingga akhirnya isi curhatan kita tersebar kemana-mana.
 
Teman Sejati….? Friends Forever…? Istilah ini seringkali kita temui, tetapi apakah ada perbedaan antara pertemanan di kantor dengan jenis pertemanan lainnya? Jelas banyak perbedaannya, menurut Dr.Jan Yager, dalam buku “Friendshifts: The Power of Friendship and How It Shapes Our Lives”, Pekerjaan itu menawarkan jaminan finansial, jadi ketika dihadapkan pilihan pertemanan atau sumber pendapatan, kebanyakan seseorang pasti memilih pekerjaan. Selain itu, pekerjaan adalah sesuatu yang kompetitif, sehingga semua orang berlomba-lomba untuk meraih kedudukan, jabatan dan penghasilan yang lebih tinggi.

Karena intensitas pertemuan dengan teman kantor itu sering, maka terkadang timbul riak-riak kecil yang semakin lama bisa membesar dan menimbulkan perpecahan bahkan permusuhan. Keadaan ini malah membuat situsai di kantor semakin panas, timbul perasaan malas ke kantor, dan  tingkat produktivitas bekerja semakin menurun. Situasi ini bertambah runyam, ketika permasalahan diketahui pimpinan tertinggi, bahkan tidak mungkin kita yang menjadi korban pemecatan atau PHK. Jadi hati-hatilah dalam menyikapi pertemanan di kantor, bangunlah sikap profesionalisme dalam pekerjaan dan hindarilah hal-hal yang mengurangi rasa pertemanan, seperti: iri hati, tidak dipercaya dan tidak dapat menjaga rahasia.

So… bagaimana pendapat kalian, apakah kalian bersikap memilih tidak bergaul dekat dengan rekan kantor atau memiliki geng pertemanan kantor yang erat. It’s up to you gals ….