My Simple Life Stories

Selasa, 16 September 2014

"JariMu HarimauMu ...."

Sudah banyak kasus di era internet ini, dimana tulisan di media sosial : Facebook, Twitter, Path, Instagram ataupun macam BBman, Line atau Whatsap, tersandung konflik yang bisa-bisa masuk ke rana hukum malah bisa di penjara.

Curhatan Dinda di Path akun pribadinya mengenai ketidaksukaannya akan Ibu-Ibu hamil di Kereta Api yang menurutnya mengemis jatah bangku Kereta Api, atau yang lagi hangatnya status kasar Florence di akun Path miliknya "Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja,". Keduanya mendapat cacian dari masyarakat seluruh Indonesia, malah Florence akhirnya harus berurusan dengan Kepolisian.

Saking mudahnya jari jemari mengetikkan tulisan, status di media sosial secara langsung dan tidak langsung banyak menyakiti pihak tertentu, yang berakhir dengan pertengkaran dan pemutusan hubungan pertemanan, bisnis bahkan keluarga.

Diriku beberapa kali dibuat kaget membaca BBM-an orang, tidak disangka nasihat, cerita, gosip dariku melalui BBM-an ke X yang kuanggap teman,  di copy paste lalu disebarkan ke Y, untuk X meminta konfirmasi kebenarannya. Dari Y disebar lagi ke Z, yang lalu memberitahuku mengenai isi BBM-an. Oh my God.. please deh, itu masalah pribadi, curhatan diriku, sepatutnyakah diri si X menyebarkan ke orang lain lagi.  Lalu beberapa kasus, sempat kaget juga ketika beberapa orang menunjukkan isi percakapan Whatsap yang menurutku masalah pribadi, curhatan disebarkan atau ditunjukkan ke orang lain. Dan juga sering sekali beberapa teman mengcapture status, foto si X (teman, senior, dll) lalu di bahas di Group Whatsap, BB, lalu terjadilah celaan, ejekan atas status X tersebut, tanpa kita tau permasalahan mendalam yang menimpa seseorang.

Dari kasus itu, membuat diriku jadi tidak mudah dan semakin enggan saja "curhat" di media sosial atau di media komunikasi. Apalagi yang berhubungan dengan masalah pribadi. Semakin kesini sulit menemukan teman yang bisa dipercaya sebagai "tempat sampah", tempat kita berkeluh kesah.  Sampai akhirnya diriku memutuskan hanya Allah sebagai tempat curhat terbaik, dan Suami di tempat kedua. Jadi setiap ada masalah yang menimpa, selalu berdoa dan memohon petunjuk ke Allah dan juga suami sebagai tempat omelan, curhatan kalau lagi Bad Mood sama masalah di kantor, urusan pertemanan antar Ibu-Ibu yang kadang-kadang suka bikin "nyesek", maupun masalah rumah tangga lainnya.

Kalau dulu ada istilah MulutMu HarimauMu maka sekarang lebih tepat JariMu HarimauMu

 
sumber foto dari: http://www.alquranclasses.com/wp-content/uploads/2014/03/Speak-Good-or-Silent.jpg





Selasa, 19 November 2013

Pustakawan ... profesi yang menyenangkan (bagi diriku.. entah orang lain)

Hussh... Hushhh.... Jangan Berisik.. Ini Perpustakaan ... kata seorang Wanita "berpenampilan kuno", jutek dan berkacamata tebal .... pelabelan tersebut sering diarahkan orang ke profesi Pustakawan.

Banyak orang di luar sana mungkin yang masih asing dengan profesi Pustakawan. Selain dipandang sebagai profesi yang tidak menarik juga nggak mungkin bisa "cepat kaya". Orang memandang profesi pustakawan sebagai penjaga buku dan pasti pekerjaannya membosankan. Jujur aja... ketika memilih Jurusan Ilmu Perpustakaan pada saat lulus SMA juga nggak pernah kepikiran nanti di kuliahnya belajar apa.. dan setelahnya ngapain aja... benar-benar "blank". Keinginan masuk jurusan perpustakaan yah karena merasa nggak pintar-pintar amat, nggak mungkin juga diterima di FE UI yang saingannya banyak, dan kalau harus kuliah di luar kota biar keterima di jurusan "favorit" yah kok takut memberatkan orang tua dan merasa belum mandiri, nggak bisa jauh-jauh dari keluarga. Akhirnya ketika mengisi formulir masuk perguruan tinggi negeri .. yah udahlah masuk Jurusan Ilmu Perpustakaan (JIP) aja.

Kuliah di JIP memang sedikit membosankan, terlalu banyak teori, baru mengerti pekerjaan pustakawan ketika Praktek Kerja Lapangan. Baru tau bagaimana mengelola informasi yang tidak terbatas di buku saja dan melayani pengguna dengan berbagai karakter. Ketika lulus kuliah, banyak sekali ternyata lowongan untuk pustakawan, dan dengan mudahnya diterima kerja, pindah-pindah pekerjaan sampai akhirnya yang terakhir sebagai pustakawan universitas di Depok.

Dari berbagai pengalaman pekerjaan, dengan berlainan bidang menambah pengetahuan, ternyata profesi pustakawan cukup menarik, walaupun dari segi materi memang tidak menjanjikan, tetapi banyak hal yang menyenangkan yang didapatkan. Dari segi penyediaan informasi, pustakawan diharapkan dapat memilih sumber informasi yang tepat bagi penggunanya, dari berbagai distributor buku, e-books, e-journals, online database. Selain pengetahuan mengenai berbagai ilmu, juga dibutuhkan skill negosiasi, pengetahuan pengadaan barang dan jasa, maupun administrasi.
Untuk pengelolaan informasinya, pustakawan harus tau bagaimana informasi harus dikelola sehingga memudahkan penggunanya, dari mulai no panggil untuk koleksi, mendeskripsikan isinya sampai mengentrinya ke pangkalan data. Belum lagi dalam melayani kebutuhan pengguna, pustakawan harus memahami karakter berbagai jenis penggunanya, terutama di Perpustakaan Perguruan Tinggi, dimana penggunanya terdiri dari usia, strata sosial, pendidikan yang berbeda, tentu dibutuhkan pengetahuan psikologi dan komunikasi. Dan masih banyak lagi pekerjaan pustakawan (yang katanya akan "punah" karena perkembangan teknologi informasi)  sangat sangat menarik dan menantang juga (sekali lagi ukurannya bukan materi lho).

Kalau diriku sendiri menganggap pekerjaan pustakawan itu menyenangkan, baik dari segi pekerjaan seperti disebutkan diatas, juga karena bisa baca buku gratiss dan paling senang itu kalau lagi mengerjakan pengolahan tugas akhir mahasiswa dapat membaca skripsi/tesis/disertasi dengan topik yang menarik, dari mulai masalah kecenderungan tren saat ini, pengasuhan anak, penelitian terbaru di bidang kesehatan dan kedokteran, sampai permasalahan rumah tangga juga ada, dan karena tulisan ilmiah, banyak sekali contoh kasusnya. Jadi seringkali kalau lagi memasukkan data tugas akhir ke komputer, suka tertunda karena terlalu asyik baca. Jadi sering banget kerjaan tidak sesuai target deh (hahahaha).
Dan juga karena sekarang kerja di sebuah Universitas yang memiliki Perpustakaan baru yang katanya "ter... ter..." di seluruh Asia, banyak sekali kegiatan baik yang dilaksanakan oleh Universitas maupun mahasiswa di Perpustakaan, seperti: pemutaran Film, lukisan, bedah buku, bazaar, dan pelatihan-pelatihan yang meningkatkan soft skill. Jadi hari-hariku hampir tidak pernah merasa bosan di Perpustakaan.

Dan setelah 13 tahun di dunia kepustakawanan, apakah sekarang diriku telah berubah menjadi Wanita "berpenampilan kuno", jutek berkacamata tebal, menurutku sih tidak  "muji diri sendiri" .... Bagaimana menurut kalian ...... :)

Minggu, 18 September 2011

Pilihan ..............

Terkadang memilih itu memang sangat berat sekali. Rasanya takut sekali jika kita salah memilih. Tetapi semua harus dihadapi, baik buruknya pilihan kita, hanya Allah SWT tempat kita memohon semoga pilihan kita yang terbaik, dan jika pun nanti ternyata salah tidak sesuai yang kita inginkan, semoga dilimpahkan rasa ikhlas dan tawakal. Amiiinnn

Rabu, 14 September 2011

Hikmah pagi ini

Wahhh pagi ini dimulai dengan bangun kesiangan, akibat dari tidur lagi setelah bangun jam 3 pagi dikarenakan harus nemeniin suami yang mau berangkat tugas ke Kalimantan selama 2 minggu. Jadi terburu buru banguniin anak-anakku yang mau sekolah dan jadilah daku terlambat sampai kantor (sudah biasa sih, nggak aneh lagi, ;)p)

Tapi hari ini aku mendapatkan sedikit pelajaran tentang hidup, harus banyak bersyukur-bersyukur lagi, atas anugerah dari Allah SWT yang diberikan pada diriku selama ini.
(Pertama) Hari ini ada tetanggaku yang meninggal, kukira siapa ternyata kakaknya si ibu yang katanya sakit keras seorang diri, hidup di rumah gubug di pinggir jalan, ketika sekarat dibawa ke rumah sakit oleh tetangganya, keluarga terdekat hanya tetanggaku ini, tanpa anak dan istri. Sedihhh banget yah.... hikmahnya jadi bersyukur memiliki keluarga, dan berjanji untuk menjaga mereka sampai akhir hayatku (hiihihihii)
(Kedua) Di stasiun Pondok Cina, ketemu sama pengamen tuna netra yang baru kelihatan lagi, setelah dia melahirkan, iseng-iseng aku dan teman tanya tanya dia mengenai bayinya yang kukira anak pertama, tetapi ternyata anak keempat bo... yang paling gede sudah 2 SMP, asli kaget banget, temanku sampai bilang wah kebobolan yah mbak sampai anak 4, tetapi kata dia sudah di planing/direncanakan. Wahhhh jadi mikir ke diriku ini, yang takut banget kalau sampai hamil lagi, karena sudah punya 3 cewek kecil centil di hidupku. Takut nggak bisa biayaiin, takut nggak bisa kerja lagi, takut nggak ada yang mengasuh, dan ketakutan lainnya. Akhirnya cerita ditutup dengan cerita mengenai suaminya yang juga tuna netra, tetapi suaminya baru terkena kebutaan ketika SMA karena tabrakan motor, suaminya juga kuliah dan sekarang bekerja swasta. Hikmahnya: ternyata kita harus percaya rezeki dan jodoh ada di tangan Allah SWT, janganlah takut kekurangan rezeki, karena kalau kita berusaha pasti ada jalan.

Alhamdulillah ya Allah telah memberikanku Keluarga kecil, suami yang baik banget, 3 anak perempuan yang masing-masing punya kelebihan tersendiri, walaupun kata orang masih kurang lengkap karena nggak ada anak laki-laki. Tapi tetap aja semua kehendakMu ya Allah, karena engkau yang mengetahui apa yang lebih berhak aku peroleh. Alhamdulillah sampai saat ini diberikan kehidupan yang sangat-sangat layak, nggak pernah kekurangan walaupun nggak berlebihan. Dan yang paling penting saat ini harus mulai bersyukur, jangan suka iri hati atas rezeki orang lain, menghilangkan sifatku yang cepat marah, dan melayani keluargaku dengan sabar dan ikhlas.

Selasa, 07 Juni 2011

Pertemanan di kantor, banyakan positif atau negatifnya kah…………?

Terinspirasi dari situasi kantorku yang lagi kacau suracau, jadi pengen membahas mengenai pertemanan di kantor. Ide cerita ini juga bersumber dari tulisan di blog http://lampung-lala.blogspot.com/2009/05/berteman-dengan-rekan-kerja-aset-atau.html

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia di dunia memerlukan teman, baik yang berbentuk pasangan hidup kita (suami/istri), anak-anak kita, orang tua kita maupun lingkungan sosial kita. Semua pertemanan membutuhkan pengorbanan baik waktu, fisik bahkan kadang-kadang juga uang loh. Pertemanan membuat hidup kita lebih bermakna dan berarti, kita jadi tidak merasa sendiri di bumi ini ;), lebayyy….

Pada lingkungan kerja, pertemanan dapat memberikan pengaruh yang positif, suasana pekerjaan jadi menyenangkan, menimbulkan sikap saling bantu dan bekerja sama, adanya ide-ide dan kreatifitas dalam bekerja, dan seringkali gairah bekerja akan meningkat ketika kita memiliki teman curhat yang asyik. Kantor jadi terasa bagai rumah kedua. Kita juga jadi asyik menceritakan seputar pekerjaan kita pada teman/geng kantor kita dan seringkali lupa jadi menceritakan tentang atasan atau teman kantor yang tidak kita sukai, jika teman/geng kantor kita dapat dipercaya tentu tidak menjadi masalah tetapi seringkali karena keadaan terkadang mereka menceritakan kembali kepada orang lain sehingga akhirnya isi curhatan kita tersebar kemana-mana.
 
Teman Sejati….? Friends Forever…? Istilah ini seringkali kita temui, tetapi apakah ada perbedaan antara pertemanan di kantor dengan jenis pertemanan lainnya? Jelas banyak perbedaannya, menurut Dr.Jan Yager, dalam buku “Friendshifts: The Power of Friendship and How It Shapes Our Lives”, Pekerjaan itu menawarkan jaminan finansial, jadi ketika dihadapkan pilihan pertemanan atau sumber pendapatan, kebanyakan seseorang pasti memilih pekerjaan. Selain itu, pekerjaan adalah sesuatu yang kompetitif, sehingga semua orang berlomba-lomba untuk meraih kedudukan, jabatan dan penghasilan yang lebih tinggi.

Karena intensitas pertemuan dengan teman kantor itu sering, maka terkadang timbul riak-riak kecil yang semakin lama bisa membesar dan menimbulkan perpecahan bahkan permusuhan. Keadaan ini malah membuat situsai di kantor semakin panas, timbul perasaan malas ke kantor, dan  tingkat produktivitas bekerja semakin menurun. Situasi ini bertambah runyam, ketika permasalahan diketahui pimpinan tertinggi, bahkan tidak mungkin kita yang menjadi korban pemecatan atau PHK. Jadi hati-hatilah dalam menyikapi pertemanan di kantor, bangunlah sikap profesionalisme dalam pekerjaan dan hindarilah hal-hal yang mengurangi rasa pertemanan, seperti: iri hati, tidak dipercaya dan tidak dapat menjaga rahasia.

So… bagaimana pendapat kalian, apakah kalian bersikap memilih tidak bergaul dekat dengan rekan kantor atau memiliki geng pertemanan kantor yang erat. It’s up to you gals ….

Rabu, 18 Mei 2011

Jika Ingin Menjadi World Class Library

Masukiin beberapa tulisanku tentang dunia perpustakaan yang pernah kutulis ahhh, kalau artikel ini masuk di www.lib.ui.ac.id, tulisan ini dibuat beberapa tahun yang lalu, ketika pelatihan penulisan artikel, kata Pak Putu yang ngajar sih tulisannya lumayan ;)

_____________________________________________________

Wolrld Class Library for World Class University. Itulah tema Ulang Tahun Perpustakaan UI tahun ini. Perpustakaan UI terus meningkatkan layanan perpustakaan untuk menjadi "Perpustakaan Terbaik" di Indonesia, salah satunya ialah dengan melanggan online database yang beragam dari berbagai disiplin ilmu.

Dengan berkembangnya teknologi informasi, beberapa penerbit di dunia mulai merubah arah penerbitannya dari bentuk tercetak menjadi digital. Mereka memasarkannya melalui internet. Setiap pihak yang mengakses jurnal tersebut dikenakan biaya tertentu. Selain itu, beberapa penerbit juga bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa online database, yaitu perusahaan yang mengumpulkan jurnal-jurnal ilmiah dari berbagai penerbit ke satu pangkalan data. Manfaat jurnal online bagi pencari informasi sangat besar, karena memudahkan pencarian artikel dari satu jurnal, sedangakan database online memudahkan pencarian artikel dari berbagai jurnal secara cepat dan tepat.

Perpustakaan UI menyadari pentingnya berlangganan database online untuk kepentingan pengguna dan perpustakaan sendiri. Pengguna akan lebih mudah mencari informasi. Sedangkan untuk perpustakaan, mengurangi biaya langganan jurnal tercetak, mengurangi beban pengolahan jurnal tercetak (membuat indeks dan abstrak artikel), dan mengurangi keterbatasan tempat penyimpanan jurnal. Pengguna perpustakaan dapat memanfaatkan database online yang dilanggan UI, melalui jaringan intranet Juita yang sudah terhubung di komputer-komputer yang terdapat di Perpustakaan UI, Perpustakaan Fakultas maupun laboratorium komputer yang ada di lingkungan UI. Selain itu pengguna dapat mengakses beberapa database onlinedari internet di rumah, warnet maupun tempat lainnya, dengan menggunakan password. Pemanfaatan online database diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar dan penelitian bagi mahasiswa, dosen dan peneliti di lingkungan UI.

Pemanfaatan database online di lingkungan UI tidak dapat dirasakan maksimal jika para civitas akademika di lingkungan UI tidak mengetahuinya. Sebab itu diperlukan sosialisasi/pengenalan apa saja database dan jurnal yang telah dilanggan dan bagaimana cara mengaksesnya. Saat ini sosialisasi telah dilakukan melalui berbagai cara, seperti penyebaran brosur dan leaflet, pemasangan spanduk, penyebaran informasi terkini melalui e-mail, informasi di website Perpustakaan UI (www.lib.ui.ac.id), dan pelatihan penelusuran informasi (information skills program). Dari sosialisasi yang sudah dilaksanakan, yang dirasakan sangat perlu dan bermanfaat oleh pengguna ialah pelatihan penelusuran informasi. Dengan pelatihan penelusuran informasi diharapkan pengguna dapat memahami jurnal-jurnal online yang telah dilanggan, mengetahui strategi penelusurannya, dan menemukan informasi secara cepat dan tepat.

Akhirnya, perlu juga evaluasi terhadap pemanfaatan database dan jurnal ini untuk mengetahui berapa besar pemanfaatannya untuk menunjang kegiatan akademik civitas akademika di lingkungan UI. Evaluasi dapat dilakukan dengan melihat statistik pemakaian yang dikirimkan oleh penyedia jasa (provider) per bulan atau melakukan survey ke seluruh civitas akademika. Jika dari evaluasi dirasakan masih belum optimal pemanfaatannya, maka dapat dicari penyebabnya, apakah kurangnya sosialisasi, database yang dilanggan tidak tepat, jaringan internet/intranet yang lambat, kurangnya sarana komputer di lingkungan UI, atau penyebab lainnya.

Jika sivitas akademika UI memanfatkan database dan jurnal secara maksimal, niscaya langkah Perpustakaan UI untuk menjadi "World Class Library" di Indonesia sedikit demi sedikit akan terpenuhi.

Senin, 07 Februari 2011

Pustakawan dan Penampilan Prima

Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar dan melihat profesi pustakawan, tentu orang-orang yang kaku, jelek, jutek, dan berpenampilan sangat-sangat kuno, he…he…he… lihat aja iklan-iklan di televisi yang banyak memperlihatkan profesi pustakawan, dimana memperlihatkan orang-orang yang berkacamata dan mengatakan sstttt…. Ini ternyata tidak hanya di Indonesia loh tetapi juga di negara-negara maju. Apa yang salah yah dengan persepsi orang mengenai Pustakawan ????

Menurut artikel yang terdapat di http://kuliahkomunikasi.com, persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Dengan kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan kita menjadi pengalaman yang bermakna.
Dari artikel tersebut menggambarkan bahwa persepsi seseorang terhadap orang lain memang dibangun dari hubungan atau pengalaman, jadi kemungkinan cap pustakawan sebagai orang yang kaku, jutek, dll memang berasal dari pengalaman banyak orang ketika berhubungan dengan pustakawan, dan itu sudah tertanam puluhan tahun yang lalu dan sulit untuk diubah.

Lalu bagaimanakah mengubah persepsi seseorang terhadap profesi pustakawan, haruslah dimulai dari diri kita sendiri sebagai pustakawan, dimulai dari kita harus memulai mencintai pekerjaan kita, lalu kita harus membenahi perilaku/behaviour kita terhadap orang lain, merubah penampilan, dan terakhir merubah pelayanan kita menjadi pelayanan prima.

Perpustakaan Universitas Indonesia menyadari perlunya pustakawan merubah dirinya, maka pada tanggal  2-3 Desember 2010, bekerjasama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi mengadakan seminar bertajuk "Service Excellence in Library : Performance Aspects for Librarians". Materi yang disampaikan dalam seminar tersebut sangat menarik, hasil dari seminar tersebut diharapkan pustakawan mengetahui dan memahami tentang Layanan Prima yang akan dilakukan terhadap Pemustaka; dapat menggunakan keterampilan berkomunikasi verbal maupun non-verbal kepada
Pemustaka agar komunikasi terbina dengan baik; serta Mengetahui dan menerapkan cara berpenampilan yang tepat untuk profesi Pustakawan.

Dari workshop ini, yang sangat terkesan ialah mengenai Bapak Harry Darsono yang menyampaikan mengenai etiket dan tata cara berpakaian dan juga dari Oriflame Ibu Stela yang menyampaikan mengenai Bisnis di Oriflame dan make-up demo, itu si Ibu yang jadi model aja menjadi luar biasa setelah didandaniin. Pokoknya berubah 90 derajat. Pulang dari workshop jadi punya keinginan untuk memperbaiki penampilan diri baik sikap yang kata orang gue tuh "Jutek" banget, maupun wajah gue yang malas banget pakai bedak apalagi dandan.

Setelah beberapa bulan ikutan nih workshop, eh tiba-tiba ketemu sama Oriflame ini, setelah baca blog Ibu Meuthia Rizki dan Ibu Ilnayuti. Mupeng banget ngelihat nih Ibu berdua sudah penampilannya Oke banget tetapi punya duit banyak dari usaha sendiri. Langsung deh gabung ke Oriflame melalui teman yang sudah duluan ikutan Oriflame. Soalnya pengen banget mengubah penampilan, tetapi sambil cari duit. Sooo, bagi kalian para pustakawan seluruh Indonesia mulailah memperbaiki penampilan kita tetapi sambil bisa cari duit melalui Oriflame Boss Family.

Caranya:
  1. Join Oriflame Boss Family dengan klik http://www.bossluarbiasa.com/?id=tantina
  2. Ikuti Kelas BossFamily/Oriflame ada kelas Beauty Demo di Sudirman atau Business Oppurtunity Program (BOP) yang diadakan oleh Boss Family daerah masing-masing
  3. Baca dan Ikuti kiat sukses para Bosses yang sudah berhasil

DIJAMIN:
  1. Penamplan Tambah Oke
  2. Pengembangan Diri
  3. Punya Duit Banyak (Nggak kere terus)
  4. Tambah Teman
  5. Tambah Pengalaman Wirausaha

Jadi … dengan hanya membayar 39.900 dan isi data kalian di http://www.bossluarbiasa.com/?id=tantina maka investasi kalian tidak akan sia-sia.

Jadi tambah semangat nih setelah nulis ini ….. Semoga yang aku jalaniin ini ada hasilnya …. Bismillah ….