My Simple Life Stories

Minggu, 18 September 2011

Pilihan ..............

Terkadang memilih itu memang sangat berat sekali. Rasanya takut sekali jika kita salah memilih. Tetapi semua harus dihadapi, baik buruknya pilihan kita, hanya Allah SWT tempat kita memohon semoga pilihan kita yang terbaik, dan jika pun nanti ternyata salah tidak sesuai yang kita inginkan, semoga dilimpahkan rasa ikhlas dan tawakal. Amiiinnn

Rabu, 14 September 2011

Hikmah pagi ini

Wahhh pagi ini dimulai dengan bangun kesiangan, akibat dari tidur lagi setelah bangun jam 3 pagi dikarenakan harus nemeniin suami yang mau berangkat tugas ke Kalimantan selama 2 minggu. Jadi terburu buru banguniin anak-anakku yang mau sekolah dan jadilah daku terlambat sampai kantor (sudah biasa sih, nggak aneh lagi, ;)p)

Tapi hari ini aku mendapatkan sedikit pelajaran tentang hidup, harus banyak bersyukur-bersyukur lagi, atas anugerah dari Allah SWT yang diberikan pada diriku selama ini.
(Pertama) Hari ini ada tetanggaku yang meninggal, kukira siapa ternyata kakaknya si ibu yang katanya sakit keras seorang diri, hidup di rumah gubug di pinggir jalan, ketika sekarat dibawa ke rumah sakit oleh tetangganya, keluarga terdekat hanya tetanggaku ini, tanpa anak dan istri. Sedihhh banget yah.... hikmahnya jadi bersyukur memiliki keluarga, dan berjanji untuk menjaga mereka sampai akhir hayatku (hiihihihii)
(Kedua) Di stasiun Pondok Cina, ketemu sama pengamen tuna netra yang baru kelihatan lagi, setelah dia melahirkan, iseng-iseng aku dan teman tanya tanya dia mengenai bayinya yang kukira anak pertama, tetapi ternyata anak keempat bo... yang paling gede sudah 2 SMP, asli kaget banget, temanku sampai bilang wah kebobolan yah mbak sampai anak 4, tetapi kata dia sudah di planing/direncanakan. Wahhhh jadi mikir ke diriku ini, yang takut banget kalau sampai hamil lagi, karena sudah punya 3 cewek kecil centil di hidupku. Takut nggak bisa biayaiin, takut nggak bisa kerja lagi, takut nggak ada yang mengasuh, dan ketakutan lainnya. Akhirnya cerita ditutup dengan cerita mengenai suaminya yang juga tuna netra, tetapi suaminya baru terkena kebutaan ketika SMA karena tabrakan motor, suaminya juga kuliah dan sekarang bekerja swasta. Hikmahnya: ternyata kita harus percaya rezeki dan jodoh ada di tangan Allah SWT, janganlah takut kekurangan rezeki, karena kalau kita berusaha pasti ada jalan.

Alhamdulillah ya Allah telah memberikanku Keluarga kecil, suami yang baik banget, 3 anak perempuan yang masing-masing punya kelebihan tersendiri, walaupun kata orang masih kurang lengkap karena nggak ada anak laki-laki. Tapi tetap aja semua kehendakMu ya Allah, karena engkau yang mengetahui apa yang lebih berhak aku peroleh. Alhamdulillah sampai saat ini diberikan kehidupan yang sangat-sangat layak, nggak pernah kekurangan walaupun nggak berlebihan. Dan yang paling penting saat ini harus mulai bersyukur, jangan suka iri hati atas rezeki orang lain, menghilangkan sifatku yang cepat marah, dan melayani keluargaku dengan sabar dan ikhlas.