Banyak orang di luar sana mungkin yang masih asing dengan profesi Pustakawan. Selain dipandang sebagai profesi yang tidak menarik juga nggak mungkin bisa "cepat kaya". Orang memandang profesi pustakawan sebagai penjaga buku dan pasti pekerjaannya membosankan. Jujur aja... ketika memilih Jurusan Ilmu Perpustakaan pada saat lulus SMA juga nggak pernah kepikiran nanti di kuliahnya belajar apa.. dan setelahnya ngapain aja... benar-benar "blank". Keinginan masuk jurusan perpustakaan yah karena merasa nggak pintar-pintar amat, nggak mungkin juga diterima di FE UI yang saingannya banyak, dan kalau harus kuliah di luar kota biar keterima di jurusan "favorit" yah kok takut memberatkan orang tua dan merasa belum mandiri, nggak bisa jauh-jauh dari keluarga. Akhirnya ketika mengisi formulir masuk perguruan tinggi negeri .. yah udahlah masuk Jurusan Ilmu Perpustakaan (JIP) aja.
Kuliah di JIP memang sedikit membosankan, terlalu banyak teori, baru mengerti pekerjaan pustakawan ketika Praktek Kerja Lapangan. Baru tau bagaimana mengelola informasi yang tidak terbatas di buku saja dan melayani pengguna dengan berbagai karakter. Ketika lulus kuliah, banyak sekali ternyata lowongan untuk pustakawan, dan dengan mudahnya diterima kerja, pindah-pindah pekerjaan sampai akhirnya yang terakhir sebagai pustakawan universitas di Depok.
Dari berbagai pengalaman pekerjaan, dengan berlainan bidang menambah pengetahuan, ternyata profesi pustakawan cukup menarik, walaupun dari segi materi memang tidak menjanjikan, tetapi banyak hal yang menyenangkan yang didapatkan. Dari segi penyediaan informasi, pustakawan diharapkan dapat memilih sumber informasi yang tepat bagi penggunanya, dari berbagai distributor buku, e-books, e-journals, online database. Selain pengetahuan mengenai berbagai ilmu, juga dibutuhkan skill negosiasi, pengetahuan pengadaan barang dan jasa, maupun administrasi.
Untuk pengelolaan informasinya, pustakawan harus tau bagaimana informasi harus dikelola sehingga memudahkan penggunanya, dari mulai no panggil untuk koleksi, mendeskripsikan isinya sampai mengentrinya ke pangkalan data. Belum lagi dalam melayani kebutuhan pengguna, pustakawan harus memahami karakter berbagai jenis penggunanya, terutama di Perpustakaan Perguruan Tinggi, dimana penggunanya terdiri dari usia, strata sosial, pendidikan yang berbeda, tentu dibutuhkan pengetahuan psikologi dan komunikasi. Dan masih banyak lagi pekerjaan pustakawan (yang katanya akan "punah" karena perkembangan teknologi informasi) sangat sangat menarik dan menantang juga (sekali lagi ukurannya bukan materi lho).
Kalau diriku sendiri menganggap pekerjaan pustakawan itu menyenangkan, baik dari segi pekerjaan seperti disebutkan diatas, juga karena bisa baca buku gratiss dan paling senang itu kalau lagi mengerjakan pengolahan tugas akhir mahasiswa dapat membaca skripsi/tesis/disertasi dengan topik yang menarik, dari mulai masalah kecenderungan tren saat ini, pengasuhan anak, penelitian terbaru di bidang kesehatan dan kedokteran, sampai permasalahan rumah tangga juga ada, dan karena tulisan ilmiah, banyak sekali contoh kasusnya. Jadi seringkali kalau lagi memasukkan data tugas akhir ke komputer, suka tertunda karena terlalu asyik baca. Jadi sering banget kerjaan tidak sesuai target deh (hahahaha).
Dan juga karena sekarang kerja di sebuah Universitas yang memiliki Perpustakaan baru yang katanya "ter... ter..." di seluruh Asia, banyak sekali kegiatan baik yang dilaksanakan oleh Universitas maupun mahasiswa di Perpustakaan, seperti: pemutaran Film, lukisan, bedah buku, bazaar, dan pelatihan-pelatihan yang meningkatkan soft skill. Jadi hari-hariku hampir tidak pernah merasa bosan di Perpustakaan.
Dan setelah 13 tahun di dunia kepustakawanan, apakah sekarang diriku telah berubah menjadi Wanita "berpenampilan kuno", jutek berkacamata tebal, menurutku sih tidak "muji diri sendiri" .... Bagaimana menurut kalian ...... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar